Line : 0811-2560-521 Showroom: Ds Bayur Rt 16, Kel. Kliwonan, Kec.Masaran, kab. Sragen Provinsi Jateng
Pabrik Batik Pekalongan

Pabrik Batik Pekalongan Terlengkap Termurah 100 % Bergaransi

Cari Alamat Pabrik Batik Pekalongan Terlengkap Termurah 100 % Bergaransi. Batik rozan adalah pabrik kain batik yang telah dipercaya untuk memproduksi baik berupa kain batik atau segaram batik.

Saat ini pabrik kami berpusat di kota sragen tepatnya di daerah masaran. jika ingin tengok pabrik kami. Dengan senang hati kami sangat terbuka untuk membantu kebutuhan batik Anda.

Apa Keuntungannya Order di Pabrik batik pekalongan


  • Kami memberikan garansi kain atau seragam batik yang Anda pesan tidak luntur.
  • Kami memberikan garansi motif atau warna kain mauopun seragam batik yang Anda pesan sesuai.
  • Kami memberikan garansi harga Insya Allah harga paling murah
  • Kami berikan informasi tahap tahapan produksi sampai pengiriman dari Pesanan Anda.

 


Pabrik Batik Pekalongan Terlengkap Termurah 100 % Bergaransi

Silahkan Tanya Tanya Dulu !!

Jangan Sungkan Sungkan Untuk Hubungi kami


Untuk lihat GALERI KAIN BATIK >>> KLIK DISINI

Untuk melihat proses produksi kain batik kami >>> KLIK DISINI

sebelum melakukan ada baiknya anda pelajari Three ways to identify quality batik


ALAT UNTUK MEMBUAT BATIK


Dari dahulu hingga saat ini peralatan yang digunakan untuk membatik tidak banyak mengalami perubahan.

Alat alat untuk membatik antara lain gawangan, bandul, wajan, kompor, taplak, saringan malam, canting, dan dhingklik.

Saat ini ada beberapa peralatan di bawah ini yang masih kita gunakan dalam membangun pabrik kain batik pekalongan hingga saat ini. walaupun tidak semua peralatan kita gunakan.

Apa saja peralatan itu..yuk lihat selengkapnya.

1. Gawangan

Gawangan adalah peralatan membatik yang digunakan untuk menyangkutkan dan membentangkan kain mori pada waktu pembuatan batik.

Gawangan harus bersifat kuat namun ringan, sehingga mudah di pindah-pindah. Oleh karena itu, gawang biasanya terbuat dari kayu atau bamboo.

2. Bandul

Bandul adalah peralatan membatik yang berfungsi untuk menahan agar kain mori yang sedang dibatik tidak mudah bergerak atau bergeser karena tertiup angina atau tertarik oleh pembatik secara tidak sengaja.

Sesuai dengan fungsinya, bandung biasanya terbuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan kedalam kantong.

3. Wajan

Wajan adalah peralatan membatik yang berguna untuk mencairkan malam. Sesuai dengan fungsinya, wajan terbuat dari logam atau tanah liat.

Wajan dilengkapi dengan pegangan yang memudahkan untuk mengangkat dan menurunkannya dari kompor.

4. Kompor

Kompor adalah peralatan membatik yang berfungsi untuk memanaskan bahan bahan yang digunakan dalam membantik. Pada umumnya kompor yang digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun, dapat juga diganti dengan kompor gas kecil, anglo dengan bakar arang, dan sebagainya.

5. Taplak

Taplak adalah peralatan membatik berupa kain yang berguna untuk melindungi pembatik dari tetesan malam panas pada saat cating di tiup. Cara memakainya adalah dengan menutup pada paha pembatik.

6. Saringan

Saringan adalah peralatan membatik yang berguna untuk menyaring kotoran yang terdapat pada malam dalam keadaan panas. Jika malam cair tidak sidaring maka kotoran dapat menggangu penorehan malam pada ujung canting.

Ada bermacam macam ukuran saringan. Semakin halus ukuran saringan semakin baik, karena kotoran yang tersaring akan semakin banyak.

Batik rozan sejak 1998 telah menggunakan saringan untuk membantu proses cetak kain batik di pabrik batik pekalongan.

7. Canting

Canting adalah peralatan utama dalam membatik yang berfungsi utuk mengambil atau menorehkan malam pada kain batik.

Sesuai dengan fungsinya, canting terbuat dari tembaga dengan kayu atau bamboo sebagai pegangannya.

Dengan demikian canting digunakan untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam sesuai dengan motif yang akan dibuat.

8. Dingklik

Dhingklik atau tempat duduk adalah peralatan membatik yang berguna untuk duduk pembatik. Dhingklik biasanya terbuat dari bamboo, kayu, palstik, atau besi.

untuk bahan bahan pewarna batik bisa anda di bab lain dan lebih lengkap bagaimana cara melakukan pewarnaan pada batik.


Cara Membuat Batik Tulis


Sebelum semua pembuatan batik dimulai, hendaklah diawali dengan kesiapan dan komitmen yang kuat para seniman atau pengrajin batik.

Langkah awal ini bisa dilakukan dengan cara berdoa dan berpuasa, serta mengembangkan imajinasi yang tinggi tentang harapan dan gambaran corak serta motif batik yang akan dibuat.

Pembuatan batik tulis selanjutnya secara garis besar dimulai dengan pembuatan pola, penutupan pola dengan malam atau lilin, pewarnaan kemudian pelorodan untuk menghilangkan malam atau lilin, dan pengeringan.

Setiap daerah mempunyai istilah dan penyebutan proses pembuatan batik yang berbeda-beda. Namun, secara umum pembuatan batik terdiri dari persiapan kain, ngemplong, mola, mbathik, nembok, medel, ngerok, dan mbirah, mbironi, nyogo, serta nglorod.

saat ini pemesanan untuk kain batik di pabrik batik pekalongan rozan kami batasi. Anda bisa pesan untuk kebutuhan instansi atau pribadi anda sendiri.


A. Pemilihan dan pemotongan kain Batik

Kualaitas dan kondisi kain sebagai bahan utama pembuatan batik sangat berpengaruh terhadap karya batik yang dihasilkan.

Tekstur kain semakin halus, tebal, dan padat akan semakin baik kualitas batik yang dihasilkan. Sebab, semakin halus, tebal, dan padat kain yang diguankan untuk membatik akan semakin jelas motif dan warna yang dihasilkan.

Oleh karena itu, sebelum proses membatik dimulai, kain batik yang akan digunakan harus diteliti dan dipilih terlebih dahulu.

Tuhuan pemilihan kain ini adalah untuk mendapatkan bahan baku yang baik agar malam atau lilin mudah melekat.

Dan tidak mudah rusak sewaktu di lakukan pencelupan. Selain itu, cara ini juga dilakukan dengan maksut agar zat atau bahan pewarna yang akan dugunakan mudah meresap kedalam pori pori dan serat kain.

Proses dilanjutkan dengan pemotongan kain sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan untuk membatik.


B. Ngemplong

Ngemplong merupakan tahap awal dalam membatik setelah pemilihan kain. Kegiatan ngemplong atau penyiapan kain ini diawali dengan mencuci kain putih yang telah dipotong-potong dengan air bersih agar hilang kanji dan perekatnya.

Selanjutnya, kain diremas dan direndam dalam minyak jarak (ricinus communis L) atau minyak kacang (arachis hypogala). Kain direndam dalam air saringan abu merang untuk menghilangkan kelebihan minyak.

Proses tersebut disebut ngetel atau ngloyor. Setelah ngetel, secara berulang ulang kain diuleni dan dijemur. Kegiatan ini diulang-ulang hingga beberapa minggu.

Kain putih kemudian dilicinkan dengan cara menaruhnya diatas kayu dan dipikul pukul dengan pemukul kayu.

Proses inilah yang dinamakan ngemplong. Ngemplong ini bertujuan agar kain menjadi lemas, sehingga daya serapnya terhadap zat atau bahan pewarna lebih tinggi.

3. Mola

Mola, nyorek, atau ngeblat adalah kegiatan membuat pola atau menjiplak pola diatas kain mori sesuai dengan motif yang sudah ada setelah ngemplong.

Pembuatan pola ini biasanya dilakukan diatas kertas roti terlebih dahulu dengan menggunakan pendil atau arang. Setelah pola tampak sempurna, kemudian dijiplak diatas kain mori.

Bagi pembatik yang berpengalaman, pembuatan pola dapat dilakukan secara langsung di atas dengan menggunakan pensil atau canting yang disebut nglereng.

Selanjutnya, agar pewarnaan batik sempurna (tidak pecah dan tajam ), maka pembuatan pola itu perlu diulang pada sisi kain yang lain atau di seblik kain yang disebut ganggang.

4. Mbathik

Mbatik merupakan kegiatan menorah-kan malam atau lilin cair dengan canting ke atas permukaan kain mori sesuai pola yang sudah dibuat.

Kegiatan membatik ini biasanya diawali dengan nglowong, yaitu menggambar garis-garis diluar pola atau isen-isen untuk mengisi pola dengan ragam hias hias atau ornament.

Pada pembuaatan isen isen ada istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yangs udah dibuat dengan cara memberi titik-titik.

Ada pula istilah nyawut, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan acar memberi garis-garis.

Kegiatan membatik ini dimulai dengan cara mengambil sedikit demi sedikit malam atau lilin cair menggunakan canting.

Tiup tiup sebentar agar malam atau lilin cair tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti pola untuk membentuk motif yang akan dibuat.

Hati-hati, jangan sampai malam atau lilin menets diatas permukaan kain Karen akan mempengaruhi kesempurnaan motif batik yang dihasilkan.

Kegiatan membatik diteruskan dengan menorehkan lilin cair pada sisi kain di sebliknya. Kegiatan ini dikenal dengan nerusi.

Itulah sebabnya, pada batik tulis mempunyai gambaran motif terang antara bagian muka dengan bagian belakang kain.

Kegiatan seperti ini sudah sangat langka saat ini hanya beberapa daerah yang masih ada kegiatan ini. Pabrik batik pekalongan rozan saat ini berpindah dengan menggunakan cara printing.

5. Nembok

Nembok adalah kegiatan menutupi bagian bagian dari permukaan kain yang tidak boleh terkena warna dasar dengan menggunakan malam atau lilin.

Warna dasar yang biasanya tidak boleh menegnai permukaan kain pada motif batik adalah warna biru.

Bagian tersebut haruslah di tutup dengan lapisan malam atau lilin tebal seolah olah seperti membuat tembok sebagai penahan.

jika cara cetak motif saat ini sudah menggunakan printing bisa anda lihat salah satunya di pabrik batik pekalongan.

6. MEDEL

medel adalah pencelupan kain yang sudah dibatik ke dalam larutan yangberisi bahan atau zat pewarna secara berulang ulang sehingga mendapatkan warna batik yang diinginkan.

Namun, ada yang menyebut medel adalah pencelupan kain yang pertama kali untuk mendapatkan warna dasar biru.

Dengan menggunakan pewarna alami, dahulu kegiatan ini dilakukan dengan cara mencelupkan kain kedalam larutan pewarna yang berasal dari tumbuh tumbuhan seperti indigo, nila, tarum, atau tom.

Kegiatan ini dilakukan hingga berhari-hari diselingi dengan penjemuran di tengah terik matahari.

Kegiatan medel dengan pewarna alami tersebut kini sudah digantikan dengan zat pewarna sintesis seperti napthol atau indigosol.

Berbeda dengan pewarna alami yang membutuhkan waktu berhari hari, dengan zat pewarna sistesis, maka kegiatan medel hanya memerlukan waktu yang sangat singkat.

Namun demikian, faktor manusia terutama yang menyangkut getaran jiwa, keahlian, dan pengalamanlah yang paling  menentukan kualitas warna kain yang dihasilkan.

7. NGEROK dan MBIRAH

Ngerok adalah kegiatan menghilangkan malam atau lilin yang melekat pada kain setelah medel,dengan cara mengerok menggunakan lempengan logam atau pisau.

Kegiatan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak warna dan motif batiknya. Sedangkan mbirah adalah kegiatan membilas atau mencuci kain batik setelah pengerokan malam atau lilin.

Selanjutnya, kain batik dikeringkan dengan cara di angina-anginkan.

8. MBIRONI dan NGRINING

Mbhironi adalah kegiatan menutupi warna biru dan isen-isen pola pada kain batik yang berupa cecek-cecek atau titik-titik dengan menggunakan malam atau lilin.

Sedangkan ngrining adalah kegiatan mengisi bagian kain yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Kagiatan ngiring ini biasanya dilakukan setelah pewarnaan kain batik selesai.

Nyoga adalah kegiatan mencelupkan kain batik ke dalam larutan pewarna untuk mendapatkan warna cokelat atau sawo matang pada motif batik.

Nyoga atau menyoga bersal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat atau sawo matang.

Warna cokelat yang diharapkan dari kegiatan yoga tersebut antara satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda.

Ada daerah yang menyukai warna soga emas, ada yang lebih menyukai kain warna soga yang lebih tua, ada yang lebih menyukai warna soga kemerahan, dan sebagai nya.

Setelah kegiatan nyoga, kadang-kadang diteruskan kegiatan nyaren agar dihasilkan warna cokelat yang indah dan awet.

Kegiatan ini dilakukkan dengan cara mencelupkan kain batik ke dalam air aren yang telah dicampur dengan air kapur dan tumbuh-tumbuhan.

9. NGLOROD

Ngolorod merupakan kegiatan tahap akhir dalam seluruh rangkain pembuatan batik. dalam tahap ini pembatik melepaskan seluruh malam atau lilin dengan cara memasukkan kain batik yang sudah tua warnanya ke dalam air mendidih.

Setalah lapisan malam atau lilin yang melekat pada kain batik lepas dan mencair, kemudian kain batik diangkat.

Selanjutnya kain batik di bilas dengan air bersih dan diangin-anginkan hingga kering.

Ngolord bertuajuan menghilangkan lapisan malam atau lilin sehingga motif yang telah digambar menjadi terlihat jelas.

Jika menginginkan beberapa warna tambahan atau variasi warna motif batik yang dihasilkan, maka kegiatan mbathik, medl, dan nglorod dapat dilakukan berulang ulang sesuai dengan jumlah warna yang diinginkan.

Di tempat pabrik batik pekalongan bisa anda lihat seperti apa proses nglorod yang sebenarnya.

Rangkaian pembuatan batik memang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Dari kegiatan awal hingga akhir sring kali melibatkan beberapa orang.

Terlepas dari semua itu pembuatan kain batik memang membutuhkan visi yang jelas, komitmen yang tinggi, kesabaran, ketelitian, serta keahlian dan keterampilan.

Oleh karena itu sangatlah wajar jika kain batik tulis yang dihasilkan mempunyai nilai dan filosofi yang tinggi. pabrik batik pekalongan rozan insyaAllah melayani pembuatan batik tulis untuk koleksi baju batik anda.

Konveksi batik pekalongan rozan juga menerima pembuatan segaram atau baju batik dengan jumlah hingga ratusan hingga ribuan pcs.

saat ini batik telah mendunia sebagai buktinya di ukranaina Forbes exhibit includes Ukranian style batik eggs

 

 

Telepon
Whatsapp