Line : 0811-2560-521 Showroom: Ds Bayur Rt 16, Kel. Kliwonan, Kec.Masaran, kab. Sragen Provinsi Jateng
Batik Jumputan

Batik Jumputan : 5 Langkah Praktis untuk Membuatan batik

Langkah Praktis untuk Membuatan batik Jumputan


Berbeda dengan batik tulis yang pembuatannya menggunakan canting, pada pembuatan batik jumputan atau batik jumput menggunakan karet atau tali.

Selain itu, pada pembuatan batik ini tidak menggunakan malam atau lilin sebagai perintang warna.

Pada batik ini tidak pula memerlukan pembuatan pola seperti pada batik tulis, tetapi menggunakan teknik ikat memakai karet atau tali dan kelereng, manik-manik, atau pecahan batu.

Dengan demikian, batik ini adalah jenis batik yang dihasilkan dengan teknik ikat celup, yaitu kain diikat dengan tali yang didalamnya diberi kelerang atau pecahan batu kemudian dicelupkan kedalamĀ  bahan pewarna.

Batik ini tidak menggunakan malam atau lilin, tetapi kainnya diikat dengan tali atau dijahit dan dikerut. Dengan cara dijahit dan dikerut, maka tanpa memakai kelereng atau pecahan batu sebenarnya juga bisa.

Tali berfungsi sama seperti malam atau lilin, yaitu untuk menutup bagian kain yang tidak terkena warna.

Pembuatan batik ini atau batik jumput secara garis besar dapat diurutkan berdasarkan kelompok kegiatan persiapan, pengikatan, pewarnaan, pencucian dan penginci warna.


PERSIAPAN

Membuat batik dengan taknik jumput atau ikat celup ini sebenarnya dapat diterapkan pada berbagai jenis kain.

Namun, untuk men dapatkan hasil karya batik jumput yang baik, maka sebaiknya menggunakan kainyang berbahan katun.

Oleh karena itu, kegiatan pertama sebelum dimualai pekerjaan pembuatan batik jumput adalah pemilihan dan penyiapan kain.

Selanjutnya disiapkan benang atau tali, kelereng atau manik-manik, serta peralatan dan bahan lain untuk membatik.


PENGIKATAN

Sebelum dilakukan pewarnaan, kain mori yang telah disiapkan diikat menggunakan benang atau tali dengan bantuan kelereng atau manik-manik untuk membentuk pola atau motif batik jumputan yang dikehendaki.

Ini dinamakan teknik ikat celup. Selain cara membuat pola dan memilih warna, untuk mendapatkan motif batik yang baik dengan teknik jumputan maka diperlukan keterampilan dalam melipat kain dan mengikatnya.

Semakin berfariasi dan baik cara mengikatnya kainnya, maka akan semakin sempurna motif batik yang dihasilkan.

 

PEWARNAAN

Pewarnaan merupakan rangkaian kegiatan pembuatan batik jumput atau batik jumput setelah pengikatan.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara mencelupkan kain yang sudah diikat dan dikerut ke dalam larutan yang berisi bahan atau zat pewarna secara berulang-ulang untuk mendapatkan warna batik jumput yang diinginkan.

Kegiatan pengikatan dan pewarnaan tersebut dapat dilakukan secara berulang ulang untuk mendapatkan komposisi warna batik jumput yang dikehendaki.


PENCUCIAN

Pencucian merupakan kegiatan dalam membuat batik jumput yang dilakukan setelah proses pewarnaan. Kegiatan ini bertujuan menghilangkan kotoran dan warn-warna pada kain yang tidak dikehendaki.


PENGUNCIAN WARNA

Seluruh rangkain pembuatan batik jumput diakhiri dengan kegiatan penguncian warna. Kegiatan ini dimaksutkan agar warna yang sudah terbentuk tidak mudah luntur.

Proses ini dapat dilakukan dengan cara mengikat kembali kain sesuai dengan pola atau motif mengguanakn tali.

Selanjutnya kain dimasukkan kedalam air berisi garam dan cuka sebagai pelarut tambahan.

Jika seluruh proses penguncian warna selesai, kain batik jumput diangkat. Selanjutnya, kain batik jumputan dibilas dengan air bersih dan diangin-anginkan hingga keringa.

Setelah kain dikeringkan, maka terciptalah sebuah karya batik jumput atau batik sebuah karya batik jumputan atau batik jumput yang indah.

jika ingin melihat bagaimana proses pembuatan kain batik hingga menjadi baju atau seragam bisa ke pabrik batik pekalongan

WhatsApp Chat Via WA